Monday, March 30, 2020

Analisis Kompensasi dalam Memotivasi dan Meningkatkan Kinerja Karyawan

BAB I
PENDAHULUAN
           
1.1              Latar Belakang
Keberhasilan suatu perusahaan tentu tidak lepas dari kinerja para karyawannya. Banyak cara dilakukan oleh perusahaan demi meningkatkan kinerja karyawannya. Sebelum memutuskan cara apa yang akan diimplementasikan kepada karyawannya dalam meningkatkan kinerja, tentu perusahaan melakukan riset untuk mengetahui beberapa faktor yang dapat meningkatkan kinerja para karyawannya.
Banyak penelitian telah dilakukan dalam upaya peningkatan kinerja karyawan dalam perusahaan. Terdapat dua faktor signifikan yang selama ini dinilai paling berpengaruh dalam peningkatan kinerja karyawan, yakni faktor kompensasi dan faktor motivasi. Banyak perusahaan memberikan kompensasi sebagai bentuk apresiasi bagi karyawannya yang telah mencapai target tertentu. Begitu pula, banyak juga perusahaan yang memberikan motivasi secara berkala bagi para karyawannya agar tetap semangat dalam melaksanakan segala tugas yang diberikan. Dengan begitu, perusahaan berharap dapat menigkatkan kinerja karyawannya guna mencapai visi dan misi yang telah ditargetkan. Akan tetapi, masih perlu dilakukan pembuktian dari penelitian-penelitian yang telah ada untuk menyimpulkan apakah kedua faktor tersebut benar-benar berpengaruh untuk meningkatkan kinerja karyawan. Berikut kami analisis dari dua artikel berbeda yang meneliti tentang pengaruh pemberian kompensasi dalam memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

1.2              Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimana pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan?
1.2.2        Bagaimana pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan?
1.2.3        Bagaimana pengaruh kompensasi dalam memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya?


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1              Kompensasi
Kompensasi adalah total seluruh imbalan yang diterima para karyawan sebagai pengganti jasa yang telah mereka berikan. Tujuan umum pemberian kompensasi adalah untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan (Mondy, 1996 : 4). Terdapat dua jenis kompensasi, yakni kompensasi finasial yang diterima karyawan dalam bentuk upah, gaji, komisi dan bonus. Juga kompensasi nonfinansial yang diterima karyawan dalam bentuk kepuasan dari pekerjaan itu sendiri atau dari lingkungan psikologis dan fisik tempat orang tersebut bekerja.
Wibowo (2007) mengemukakan bahwa kompensasi merupakan kontra prestasi terhadap penggunaan tenaga atau jasa yang lebih diberikan oleh tenaga kerja. Kompensasi merupakan jumlah paket yang ditawarkan organisasi kepada pekerja sebagai imbalan atas penggunaan tenaga kerja. Kompensasi menurut Sastrohadiwiryo (2003 : 195) adalah balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja, karena tenaga kerja memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

2.2              Motivasi
Menurut Hamalik (1992:173), pengertian motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi sendiri memiliki dua faktor, yakni motivasi intrinsik yang berasal dari diri seseorang itu sendiri dan motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar pribadi tersebut.
Weiner (1990) mengemukakan bahwa motivasi adalah kondisi internal yang membangkitkan seseorang untuk bertindak, mendorong individu mencapai tujuan tertentu, dan membuat individu tetap tertarik dalam kegiatan tertentuMotivasi menurut Victor H. Vroom adalah akibat dari suatu hasil yang ingin diraih atau dicapai oleh seseorang dan sebuah perkiraan bahwa apa yang dilakukannya akan mengarah pada hasil yang diinginkannya.

2.3              Kinerja Karyawan
Menurut Mangkunegara (2001 :67), kinerja adalah hasil kerja yang secara kualitas dan kuantitas yang telah dicapai oleh seorang karyawan atau pegawai dalam mengemban tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya. Kinerja karyawan dapat diketahui dari beberapa faktor yaitu kuantitas, kualitas, pengetahuan, dan perencanaan pekerjaan.
Kinerja menurut Ruky yang dikutip oleh Mangkunegara (2010 : 6) adalah Suatu bentuk usaha kegiatan atau program yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh pimpinan organisasi atau perusahaan untuk mengarahkan dan mengendalikan prestasi karyawan. Armstrong mengatakan bahwa manajemen kinerja adalah cara untuk memberikan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan dari pada yang diberikan oleh pendekatan terdahulu yang terisolasi dan terkadang menggunakan skema penilaian kinerja yang tidak memadai (Cahyani, 2005).
















BAB III
PEMBAHASAN

3.1              Pembahasan
Dari analisis kedua artikel yang saya dapatkan (terlampir), dapat ditarik kesimpulan, bahwa pemberian kompensasi terhadap karyawan tidak selalu memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya. Berikut adalah hasil analisis yang saya simpulkan:
1.      Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan
Artikel pertama yang kami analisis menyimpulkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja karyawan pada P.T. Bangun Wenang Beverages Company Manado. Dalam penelitian ini, tujuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawannya dengan memberikan kompensasi pada karyawan berjalan searah dengan respon yang diberikan oleh karyawan. Kinerja karyawan dalam perusahaan tersebut dapat meningkat dengan diberikannya kompensasi.
Berbeda dengan artikel kedua yang kami analisis menyimpulkan bahwa kompensasi secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja karyawan pada karyawan akuntan salah satu perusahaan manufaktur di Surabaya. Maka, kompensasi yang diberikan perusahaan terhadap karyawan tidak seluruhnya menimbulkan respon yang diinginkan oleh perusahaan. Hanya beberapa karyawan yang kinerjanya dapat meningkat setelah menerima kompensasi tersebut. Dari kedua hasil penelitian yang didapatkan, dapat disimpulkam bahwa kompensasi tidak selalu dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan.
2.      Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan
Artikel pertama yang kami analisis menyimpulkan bahwa motivasi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja karyawan pada P.T. Bangun Wenang Beverages Company Manado. Dalam penelitian ini, tujuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawannya dengan motivasi yang tinggi pada karyawan berjalan searah dengan respon yang diberikan oleh karyawan. Kinerja karyawan dalam perusahaan tersebut dapat meningkat dengan motivasi yang tinggi. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Munandar (2001: 104), bahwa ada hubungan positif antara motivasi dan kinerja, artinya karyawan yang mempunyai motivasi yang tinggi cenderung mempunyai kinerja tinggi, sebaliknya mereka yang mempunyai kinerja rendah dimungkinkan karena motivasinya rendah.
Memiliki persamaan dengan artikel kedua yang kami analisis menyimpulkan bahwa motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada karyawan akuntan salah satu perusahaan manufaktur di Surabaya. Maka, motivasi yang diberikan perusahaan terhadap karyawan menimbulkan respon yang diinginkan oleh perusahaan. Tinggi rendahnya kinerja karyawan dapat dipengaruhi dari seberapa besar motivasi yang diberikan oleh perusahaan. Dari kedua hasil penelitian yang didapatkan, dapat disimpulkam bahwa seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan maksimal.
3.      Pengaruh Kompensasi dalam Memotivasi Karyawan dalam Meningkatkan Kinerja
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis dari kedua artikel tersebut, kami menyimpulkan bahwa kompensasi tidak selalu berpengaruh dalam memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Akan tetapi, setiap perusahaan dapat memberikan motivasi yang baik terhadap karyawannya agar mereka memiliki motivasi yang tinggi dalam meningkatkan kinerjanya.









BAB IV
PENUTUP

4.1              Kesimpulan
Hasil kedua penelitian yang telah kami analisis, maka dapat ditarik kesimpulan:
1.      Kompensasi tidak selalu memberikan dampak yang positif pada karyawan, sehingga tidak selalu dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan.
2.      Motivasi yang tinggi dapat memberikan dampak yang positif pada karyawan, sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan.
3.      Kompensasi tidak selalu berpengaruh dalam memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.


















DAFTAR PUSTAKA

Mondy, R. Wayne. 2008Manajemen Sumber Daya Manusia, Jilid 2 Edisi 10JakartaPenerbit Erlangga.

























0 comments:

Post a Comment